Podcast EduTalk bareng Fikrotul dan Nareswari

Dua penerima beasiswa penuh SMA Muhammadiyah 2 Yogyakarta, Nareswari dan Fikrotul, kali ini mendapat kesempatan berbincang-bincang bersama kak Raras dari TVRI Yogyakarta. Obrolan ringan namun seru ini berlangsung kurang lebih 20 menit lamanya. Melalui program podcast edutalk di channel TVRI Yogyakarta official kak Raras mampu membuat obrolan singkat ini terasa mengalir dengan penuh kesan mendalam.

Kak Raras dengan gaya bahasa lugasnya mampu membuat Fikrotul bercerita mengenai ketertarikannya akan sains. Menjadi seorang dokter merupakan cita-cita besar Fikrotul yang ingin diraihnya kelak. Sama halnya dengan Nareswari atau yang akrab disapa Nares juga berkeinginan masuk ke jurusan kedokteran dan menjadi seorang dokter hebat di masa depan.

Dua orang dari daerah yang sama dengan tekad bulat untuk membuktikan dirinya mampu berprestasi namun ternyata memiliki ketertarikan yang berbeda. Jika Fikrotul sangat teguh akan bidang sainsnya, maka beda halnya dengan Nares yang justru lebih suka mencoba banyak bidang mata pelajaran. Terbukti sampai hari ini Nares mampu meraih prestasi di 4 bidang sekaligus yakni ekonomi, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris dan sejarah. Rasa penasaran untuk menguji diri sendiri menjadi pemantik Nares dalam menekuni lomba-lomba yang ada. Saat ditanya kak Raras akan bidang apa yang ingin dicobanya kali ini, Nare dengan sikap tegas menjawab olimpiade matematika.

Bagi Fikrotul dan Nares, SMA Muhammadiyah 2 Yogyakarta tidak hanya sekedar sekolah namun juga rumah. Mereka sepakat bahwa sekolah memegang peranan luar biasa dalam mendampinginya. Tak hanya sekolah tapi juga asramanya (Asrama Khadijah). Apa lagi mereka merasakan menjadi  seorang perantauan yang jauh dari orangtua mengajarkan akan sikap hidup mandiri. Menjalani kesehariannya di asrama memberikan pengalaman hidup tak terlupakan. Dari yang awalnya apa-apa ada orangtua sekarang menyetrika, menyiapkan baju seragam, mencuci dan lainnya dilakukan sendiri.

“Selalu berpegang pada prinsip bertanggungjawab pada diri sendiri entah itu saat di asrama atau juga di sekolah. Bertanggungjawab dalam mempertahankan juga meningkatkan prestasi terus membuktikan diri untuk unggul dan bisa sebagai seorang penerima beasiswa sekolah”, ujar Nares ketika ditanya apa yang memotivasinya selama ini.

Sebagai penutup bincang-bincangnya dengan kak Raras. Fikrotul dan Nares sepakat menarik garis bawah bahwa kunci sukses ada 2. Pertama bisa membagi waktu dan yang kedua adalah ketekunan diri. (NH)