SMA Muhammadiyah 2 Yogyakarta Raih Predikat Smart School dalam Jogja Smart School Award 2025

Di bawah langit Yogyakarta yang selalu menyimpan cerita, pada Ahad, 27 Juli 2025, sebuah gemerlap baru terukir di Society Atrium, Pakuwon Mall Jogja. SMA Muhammadiyah 2 Yogyakarta, atau yang akrab disapa Smuha, berdiri tegak di antara 20 sekolah menengah atas terbaik di Daerah Istimewa Yogyakarta. Sekolah ini baru saja dinobatkan sebagai Smart School dalam Jogja Smart School Award 2025, sebuah penghargaan yang tak sekadar trofi, melainkan pengakuan atas denyut inovasi yang mengalir dalam setiap lorong kelasnya.

Acara itu hidup, penuh warna, bagai mozaik yang dirangkai oleh Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Dikpora) DIY, bersama Balai Telkomdik DIY dan Bank BPD DIY. Di tengah sorak dan kilau lampu, Kepala SMA Muhammadiyah 2 Yogyakarta Ibu Hj. Retno Sumirat, M. Pd. melangkah maju, menerima sertifikat penghargaan yang ditandatangani langsung oleh Kepala Dinas Dikpora DIY. Kertas itu bukan sekadar lembaran, melainkan simbol dari perjalanan panjang Smuha dalam merangkul teknologi informasi dan komunikasi (TIK) untuk menjahit masa depan pendidikan.

Smuha bukanlah sekolah yang berpuas diri di bawah naungan tradisi. Ia adalah pelancong waktu, menari di antara arus digital yang tak pernah diam. Dengan TIK sebagai kompas, sekolah ini telah mengubah ruang kelas menjadi laboratorium ide, tempat siswa dan guru bersama-sama menjelajahi dunia tanpa batas. Dari sistem manajemen pembelajaran yang terhubung hingga aplikasi yang memudahkan komunikasi, Smuha telah menjadikan teknologi bukan sekadar alat, tetapi napas yang menghidupkan setiap proses belajar.

Predikat Smuha Smart School ini adalah mercusuar. Ia menerangi jalan bahwa pendidikan abad 21 bukan lagi tentang menghafal, tetapi tentang beradaptasi, berkreasi, dan berinovasi. Di balik setiap layar komputer dan jaringan internet yang mereka kembangkan, ada mimpi besar: mencetak generasi yang tak hanya cerdas, tetapi juga tangkas menyapa masa depan.

Saat sertifikat itu digenggam, ada kehangatan yang menjalar di hati civitas akademika Smuha. Penghargaan ini bukan akhir, melainkan babak baru. Seperti pohon yang terus menjulang di tepi Sungai, Smuha berjanji untuk tetap berakar pada nilai-nilai luhur, sambil merentangkan cabang-cabangnya ke langit digital. Semoga langkah mereka terus menggema, menjadi pelopor pendidikan berbasis teknologi, bukan hanya di Yogyakarta, tetapi di seluruh Indonesia.