Muha Sekolah Anti Bullying

Jika ditanya apa SMA Muhammadiyah 2 Yogyakarta sekolah anti bullying? Ya pasti dan yakin akan terjawab benar. Anti bullying menjadi PR tersendiri bagi sekolah bertahun-tahun lamanya selama perjalanannya hingga tahun ke 70 ini. Berbagai upaya telah dilakukan Muha untuk menjadi sekolah yang aman dari bullying baik itu segi verbal maupun fisik. Sebagai langkah upaya awal sekolah adalah memberikan pemahaman pada siswa mengenai apa itu bullying, apa saja tindakan kita yang dianggap masuk dalam kategori bullying hingga dampak yang diakibatkannya.

Materi bullying tersampaikan dalam agenda Pengenalan Lingkungan Sekolah (PLS) yang menjadi kegiatan perdana siswa baru sebelum menjajaki pergaulan di lingkungan sekolah. “Stop Bullying” menjadi tema materi yang diberikan oleh Monika Aprianna Hartono, M.Psi. Menjabat sebagai seorang dosen juga praktisi pendidikan bidang psikolog tak ayal materi perihal bullying sudah sangat dikuasai oleh Ibu Monika.

“Pernahkah kalian diejek teman, kakak, adik, saudara atau orangtua?”

“Pernahkah kalian dimusuhi teman tanpa alasan yang jelas?”

“Pernahkah kalian mengejek teman, saudara atau tetangga?”

Berbagai pertanyaan mengelitik ini disampaikan oleh Ibu Monika dengan harapan peserta didik baru dapat menilik kembali tindakan yang pernah dialami atau dilakukannya. Pertanyaan ini diharapkan menjadi sebuah instropeksi diri dengan memberikan pemahaman bahwa ternyata yang pernah dialami atau bahkan dilakukan sudah termasuk dalam tindakan bullying.

Lalu sebenarnya apa itu bullying? Nah di sini Ibu Monika menuturkan bahwa bullying merupakan perundungan yang membuat seseorang merasa tidak nyaman dan sakit hati terhadap tindakan maupun perkataan orang lain padanya. Hasil survey bahkan menjelaskan bahwa lingkungan yang rentan memiliki pengaruh luas akan perilaku bullying tak lain yaitu di lingkungan sekolah. Dari sini Ibu Monika memaparkan berbagai macam hal yang masuk dalam kategori bullying. Bentuk bullying terbagi menjadi 2 jenis yakni langsung meliputi tindakan ke arah fisik dan verbal serta tidak langsung mencakup psikis/sosial dan cyber bullying. Dalam kenyataan di lapangan era modern saat ini perilaku bullying dalam cakupan cyber bullying sangat banyak ditemukan. Ada kalanya bisa dikatakan dari yang awalnya “Mulutmu Harimaumu” berangsur berubah menjadi “Jarimu Harimaumu”. Tak lain hal tersebut karena seseorang sangat mudah melakukan cyber bullying melalui media sosial tanpa mengenal tempat maupun waktu.

Seseorang yang pernah menjadi korban bullying memiliki efek dampak secara mental dimana rasa trauma itu bisa terus mengakar jauh dalam dirinya. Entah dampaknya ke arah perubahan sikap maupun perilaku pada dirinya atau bahkan kepada orang lain. Korban bullying akan masuk dalam lingkaran setan jika dia turut berubah menjadi pelaku bullying untuk melampiaskan segala pengalaman buruk yang pernah dialaminya. Bullying sendiri juga tak hanya terkait korban dan pelaku namun seseorang yang mengetahui kejadian bullying tetapi hanya menjadi penonton saja juga salah. Seorang korban bullying dapat diselamatkan apabila seseorang saksi dapat mendorong korban untuk bangkit melaporkan juga menyemangati dalam pembenahan dirinya.

Beberapa tips Ibu Monika agar kita semua terlindungi dari bullying diantaranya:

  1. Dekat dengan keluarga
  2. Menjalin komunikasi terbuka dengan keluarga, teman maupun guru
  3. Memiliki support system baik dari keluarga maupun teman sekitar dengan melakukan berbagai Tindakan positif
  4. Memfilter lingkungan pertemanan untuk meminimalisir kecenderungan melakukan hal negatif

Jadilah seseorang yang bermanfaat untuk diri sendiri dan orang lain. Dekatkan diri pada Allah Yang Maha Baik dengan senantiasa mensyukuri segala hal akan menjadi dasaran kokoh bagi kita untuk tidak berbuat buruk yang menyakitkan hati orang lain. Hal tersebut akan membangun positif vibes dengan support system dari keluarga juga teman di sekitar kita. (NH)