MENGUSAP KEPALA DALAM BERWUDLU

TUNTUNAN BERWUDLU DALAM HIMPUNAN TARJIH MUHAMMADIYAH

(BAGIAN KEEMPAT)

MENGUSAP KEPALA DALAM BERWUDLU

Setelah membasuk kedua tangan sampai siku-siku, gerakan berwudlu selanjutnya adalah mengusap kepala.  Dalam Himpunan Putusan Tarjih pada redaksi  ke enam belas, tujuh belas delapan belas dan Sembilan belas  berbunyi :

ثُمَّ امْسَحْ بِرَأْسِك ,اَوْ بِنَاصِيَتِكِ وَعَلَى العِمَامَةِ , بِاِمْرَارِ اليَدَيْنِ مِنْ مُقَدَّمِهِ اِلَى القَفَا وَرَدِّهِمَا اِلَيْهِ ,  ثُمَّ امْسَحِ الاُذُنَيْنِ ظَاهِرَهُمَا بِالاِبْهَامَيْنِ وَبَاطِنَهُمَا بِالسَّبَّابَتَيْنِ

lalu usaplah ubunmu dan atas surbanmu (16); dengan menjalankan kedua telapak tangan (17) dari ujung muka kepala sehingga tengkuk dan di kembalikan lagi pada permulaan (18); kemudian usaplah kedua telingamu sebelah luarnya dengan dua ibu jari dan sebelah dalamnya dengan telunjuk.

Cara dalam mengusap kepala dalam berwudlu, melihat redaksi di Himpunan Putusan Tarjih terdapat tiga tahap :

Pertama, redaksi ke enam belas berbunyi :

ثُمَّ امْسَحْ بِرَأْسِك (lalu usaplah ubunmu)

Redaksi ini berdasarkan ayat 6 surat al-Maidah berbunyi :

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِذَا قُمْتُمْ إِلَى الصَّلاةِ فَاغْسِلُوا وُجُوهَكُمْ وَأَيْدِيَكُمْ إِلَى الْمَرَافِقِ وَامْسَحُوا بِرُءُوسِكُمْ..

Artinya : Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu hendak mengerjakan salat, maka basuhlah mukamu dan tanganmu sampai dengan siku, dan sapulah kepalamu … (al-Maidah 6)

 

Hadits Nabi saw riwayat Muslim dan riwayat juga bukhari yang sama,  berbunyi

 ثُمَّ مَسَحَ بِرَأْسِهِ 

Hadits riwayat Muslim dengan redaksi :

عَنْ حُمْرَانَ مَوْلَى عُثْمَانَ أَنَّهُ رَأَى عُثْمَانَ

دَعَا بِإِنَاءٍ فَأَفْرَغَ عَلَى كَفَّيْهِ ثَلَاثَ مِرَارٍ فَغَسَلَهُمَا ثُمَّ أَدْخَلَ يَمِينَهُ فِي الْإِنَاءِ فَمَضْمَضَ وَاسْتَنْثَرَ ثُمَّ غَسَلَ وَجْهَهُ ثَلَاثَ مَرَّاتٍ وَيَدَيْهِ إِلَى الْمِرْفَقَيْنِ ثَلَاثَ مَرَّاتٍ ثُمَّ مَسَحَ بِرَأْسِهِ

Kedua, redaksi ke tujuh belas berbunyi :

 (dan atas surbanmu )اَوْ بِنَاصِيَتِكِ وَعَلَى العِمَامَةِ

Dengan dalil hadits :

وَلِحَدِيْثِ المُغِيْرَةِ عِنْدَ مُسْلِمٍ وَاَبِى دَاوُدَ وَ التِّرْمِذِىِّ اَنَّهُ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ تَوَضَّأَ فَمَسَحَ بِنَاصِيَتِهِ وَعَلَى الْعِمَامَةِِ.

Menurut hadits Mughirah pada riwayat Muslim Abu Dawud dan Tirmidzi, bahwa Nabi s.a.w.berwudlu lalu mengusap ubun-ubun dan atas surbannya.

Ketiga, redaksi ke delapan belas  berbunyi :

بِاِمْرَارِ اليَدَيْنِ مِنْ مُقَدَّمِهِ اِلَى القَفَا وَرَدِّهِمَا اِلَيْهِ

dengan menjalankan kedua telapak tangan,  dari ujung muka kepala sehingga tengkuk dan di kembalikan lagi pada permulaan.

Hal ini berdasar pada Hadits :

لِحَدِيْثِ  عَبْدِاللهِ بْنِ زَيْدِ بْنِ عَاصِمٍ فِى صِفَةِ الوُضُوءِ قَالَ: وَبَدَأَ بِمُقَدَّمِ رَأْسِهِ حَتَّى ذَهَبَ بِهِمَا اِلَى قَفَاهُ ثُمَّ رَدَّهُمَا اِلَى المَكَانِ الَّذِى بَدَأَ مِنْهُ. مُتَّفَقٌ عَلَيهِ.

Karena hadits Abdullah bin Zaid bin Ashim dalam sifat wudlu, ia berkata: Dan memulai dengan permulaan kepalanya se­hingga menjalankan kedua tangannya sampai pada tengkuknya, kemudian mengembalikanya pada tempat memulainya. (Diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim).

 

Kemudian dilanjutkan dengan redaksi ke Sembilan belas berbunyi :

ثُمَّ امْسَحِ الاُذُنَيْنِ ظَاهِرَهُمَا بِالاِبْهَامَيْنِ وَبَاطِنَهُمَا بِالسَّبَّابَتَيْنِ

kemudian usaplah kedua telingamu sebelah luarnya dengan dua ibu jari dan sebelah dalamnya dengan telunjuk.

Berdasar pada Hadits :

لِحَدِيْثِ  عَبْدِاللهِ بْنِ عُمَرَ فِى صِفَةِ الوُضُوءِ قَالَ:ثُمَّ مَسَحَ بِرَأْسِهِ وَ اَدْخَلَ اِصْبَعَيْهِ السَّبَّابَتَيْنِ فِى اُذُنَيْهِ وَمَسَحَ بِاِبْهَامَيْهِ عَلَى ظَاهِرِ اُذُنَيهِ. اَخْرَجَهُ اَبُو دَاوُدَ وَالنَّسَائِى وَصَحَّحَهُ ابْنُ خُزَيْمَةَ.

Menurut hadits Abdullah bin Umar tentang sifatnya wudlu ia berkata: Lalu, mengusap kepalanya dan memasukkan kedua telunjuknya pada kedua telinganya dan mengusapkan kedua ibu jari pada kedua telinga yang luar, serta kedua telunjuk mengusapkan pada kedua telinga yang luar serta kedua telunjuk mengusapkan pada kedua telinga yang sebelah dalam. (Diriwayatkan oleh Abu Dawud dan Nasai, dishahihkan oleh Ibnu Khuzaimah).

Pendapat para ulama tentang mengusap kepala terjadi perbedaan, seperti hukumnya wajib mengusap seluruh kepala menurut ulama madzhab Maliki dan Hambali. Sedang mengusap seluruh kepala menurut ulama madzhab Syafii dan Hanafi hukumnya sunnah. Tetapi menurut ulama madzhab hambali membolehkan mengusap sebagian dan selebihnya disempurnakan dengan mengusap surbannya jika ia sulit untuk membukanya.

Dalam hal jumlah mengusap kepala, ulama Hanafi berpendapat sunnah mengusap kepala sekali saja, sedangkan ulama Syafii sunnah mengusap tiga kali. Pendapat ulama Syafii ini mendasarkan hadits hasan dengan riwayat dari Abu Dawud, dan menurut jumhur ulama sunnah mengusap kepala satu kali.

Muhammadiyah sebagaimana dalam mengusap kepala dan telinga di atas, mengusap kepala dan kedua telinga melihat apa yang telah dilakukan Nabi saw merupakan sunnah yang harus diikuti. Sehingga dalam mengusap kepala melakukan seperti dalam hadits :

لِحَدِيْثِ  عَبْدِاللهِ بْنِ زَيْدِ بْنِ عَاصِمٍ فِى صِفَةِ الوُضُوءِ قَالَ: وَبَدَأَ بِمُقَدَّمِ رَأْسِهِ حَتَّى ذَهَبَ بِهِمَا اِلَى قَفَاهُ ثُمَّ رَدَّهُمَا اِلَى المَكَانِ الَّذِى بَدَأَ مِنْهُ. مُتَّفَقٌ عَلَيهِ.

Karena hadits Abdullah bin Zaid bin Ashim dalam sifat wudlu, ia berkata: Dan memulai dengan permulaan kepalanya se­hingga menjalankan kedua tangannya sampai pada tengkuknya, kemudian mengembalikanya pada tempat memulainya. (Diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim).

Dan dilanjutkan dengan :

لِحَدِيْثِ  عَبْدِاللهِ بْنِ عُمَرَ فِى صِفَةِ الوُضُوءِ قَالَ:ثُمَّ مَسَحَ بِرَأْسِهِ وَ اَدْخَلَ اِصْبَعَيْهِ السَّبَّابَتَيْنِ فِى اُذُنَيْهِ وَمَسَحَ بِاِبْهَامَيْهِ عَلَى ظَاهِرِ اُذُنَيهِ. اَخْرَجَهُ اَبُو دَاوُدَ وَالنَّسَائِى وَصَحَّحَهُ ابْنُ خُزَيْمَةَ.

Menurut hadits Abdullah bin Umar tentang sifatnya wudlu ia berkata: Lalu, mengusap kepalanya dan memasukkan kedua telunjuknya pada kedua telinganya dan mengusapkan kedua ibu jari pada kedua telinga yang luar, serta kedua telunjuk mengusapkan pada kedua telinga yang luar serta kedua telunjuk mengusapkan pada kedua telinga yang sebelah dalam. (Diriwayatkan oleh Abu Dawud dan Nasai, dishahihkan oleh Ibnu Khuzaimah).

Kesimpulan: cara mengusap kepala dalam HPT adalah :

 usaplah ubunmu dan atas surbanmu dengan menjalankan kedua telapak tangan dari ujung muka kepala sehingga tengkuk dan di kembalikan lagi pada permulaan kemudian usaplah kedua telingamu sebelah luarnya dengan dua ibu jari dan sebelah dalamnya dengan telunjuk.(dilakukan cukup sekali saja).