SMA Muhammadiyah 2 Yogyakarta Perluas Jejaring Global Melalui Online Exchange Program 2026 dengan Taipei Zhong Lun Senior High School Taiwan.

Mengukuhkan eksistensinya sebagai sekolah berwawasan global, SMA Muhammadiyah 2 (Muha) Yogyakarta sukses menggelar 2026 Online Exchange Program pada Rabu, 10 Juni 2026. Kegiatan berskala internasional ini mempertemukan puluhan murid SMA Muha dengan rekan sebaya mereka dari Taipei Zhong Lun Senior High School, Taiwan secara virtual. Pertemuan virtual antara SMA Muha dan Taipei Zhonglun Senior High School Taiwan tersebut menggunakan platform MicrosoftTeam.

​Tak tanggung-tanggung, program strategis ini terselenggara berkat kolaborasi apik antara SMA Muha Yogyakarta dengan beberapa lembaga bergengsi, yaitu Taiwan Education Center Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (TEC UMY), Taipei Economic and Trade Office (TETO) Indonesia, dan pemerintah Taiwan.

2026 Online Exchange Program tersebut diawali dengan pembukaan dan sambutan dari ​Director of Education Division TETO Indonesia, Ms. Meichi Shih, Kepala Sekolah Zhong Lun Senior High School, Mr. Wu Ming-Shiang, dan Kepala Sekolah SMA Muhammadiyah 2 Yogyakarta, Ibu Retno Sumirat, M.Pd. Setelah sambutan, murid-murid kedua sekolah tersebut dibagi ke dalam 6 breakroom untuk sesi presentasi dan diskusi.

Sebanyak 42 murid pilihan yang terdiri dari kelas X Fase E dan kelas XI Fase F tampak sangat antusias mengikuti jalannya acara. Ruang virtual seketika berubah menjadi ajang diplomasi budaya yang hangat. Para murid dari kedua negara saling bergantian mempresentasikan sekaligus mendiskusikan berbagai topik menarik, mulai dari aktivitas sehari-hari remaja, kelezatan makanan tradisional, tempat destinasi wisata, kemeriahan hari besar dan upacara adat hingga keunikan kebudayaan Indonesia-Taiwan.

​Kepala SMA Muhammadiyah 2 Yogyakarta, Retno Sumirat, M.Pd., memberikan apresiasi yang tinggi atas terselenggaranya program ini. Beliau menyampaikan bahwa tujuan utama dari program pertukaran virtual ini adalah untuk memfasilitasi murid-murid agar memiliki wadah nyata dalam mengasah kemampuan komunikasi internasional mereka.

​"Kami ingin memberikan ruang bagi murid-murid untuk mempraktikkan kemampuan berbahasa asing secara langsung dengan native speaker. Lebih dari itu, program ini bertujuan membentuk karakter murid yang inklusif, menghargai perbedaan budaya, serta memperluas jejaring pertemanan internasional sejak bangku sekolah. Ini adalah langkah konkret kami dalam menyiapkan global citizens yang siap bersaing di masa depan," ujar Retno Sumirat.

​Dengan adanya 2026 Online Exchange Program ini, diharapkan para murid tidak hanya sekadar bertukar informasi, tetapi juga mampu menumbuhkan rasa saling pengertian (mutual understanding) dan toleransi antarbudaya yang kuat.

​Selain itu, program ini diharapkan dapat memantik motivasi belajar yang lebih tinggi bagi murid SMA Muha Yogyakarta untuk terus mengeksplorasi kesempatan belajar di kancah internasional. Bagi institusi, kolaborasi erat dengan TEC UMY dan TETO Indonesia ini diharapkan menjadi pembuka jalan bagi program-program kerja sama internasional lainnya di masa mendatang, baik dalam bentuk virtual exchange maupun kunjungan langsung.

​Melalui kegiatan ini, SMA Muha Yogyakarta kembali membuktikan komitmennya untuk membentuk generasi berwawasan global, inklusif, dan siap membawa budaya bangsa ke kancah internasional.