Meneladani Ibadah Suci: Murid Fase E SMA Muhammadiyah 2 Yogyakarta Antusias Ikuti Praktik Manasik Haji
YOGYAKARTA – Ratusan murid kelas X (Fase E) SMA Muhammadiyah 2 (Smuha) Yogyakarta tahun ajaran 2026/2027 mengikuti kegiatan Praktik Manasik Haji yang berlangsung khidmat pada Selasa, 01 September 2026.
Kegiatan praktik ibadah suci ini diselenggarakan oleh SMA Muhammadiyah 2 Yogyakarta sebagai bagian dari pembelajaran praktik keagamaan dan penanaman nilai-nilai karakter keislaman. Program tahunan ini ditujukan khusus bagi para murid Fase E agar mereka memahami tata cara ibadah haji secara mendalam sejak dini.
Rangkaian kegiatan diawali sejak pagi hari di halaman SMA Muhammadiyah 2 Yogyakarta. Sebelum diberangkatkan menuju lokasi praktik simulasi, para murid berkumpul untuk mengikuti pengarahan, pembacaan do'a, serta bimbingan teknis pemakaian pakaian ihram dari guru pembimbing. Dengan balutan pakaian ihram serba putih, para murid laki-laki dan perempuan tampak siap mempraktikkan rukun-rukun haji. Seluruh rombongan kemudian diberangkatkan bersama-sama menggunakan armada bus menuju lokasi simulasi manasik haji.
Sesampainya di lokasi, suasana dibuat serampar menyerupai tanah suci. Para murid dibekali dengan "Paspor Pelajar" sebagai media edukasi administrasi ibadah haji. Rangkaian ibadah diawali dengan simulasi wukuf di Arafah, para peserta duduk khusyuk mendengarkan khotbah wukuf dan memanjatkan doa bersama.
Setelah wukuf, para murid melanjutkan prosesi mengambil batu kerikil di Muzdalifah untuk persiapan lempar jumrah. Dengan tertib dan dipandu oleh guru pendamping, para murid beriringan menuju lokasi replika Jamarat untuk mempraktikkan lempar jumrah Ula, Wustha, dan Aqabah.
Tak berhenti di situ, rombongan murid kemudian bergerak menuju replika Kakbah untuk melaksanakan tawaf mengelilingi Kakbah sebanyak tujuh kali seraya mengumandangkan kalimat talbiyah. Para murid juga diajarkan tata cara memberi penghormatan (isyarat) di area replika Hajar Aswad. Kegiatan diakhiri dengan pelaksanaan Sa'i, yaitu berjalan dan berlari-lari kecil di antara replika Bukit Shofa dan Bukit Marwah, yang diakhiri dengan doa bersama.
Melalui simulasi yang runtut dan realistis ini, para murid tidak hanya belajar secara teori di kelas, melainkan merasakan langsung pengalaman spiritual serta kekompakan dalam menjalankan seluruh rukun dan wajib haji. Diharapkan kegiatan ini dapat menumbuhkan kerinduan para murid untuk dapat menunaikan ibadah haji yang sebenarnya di masa depan. (INU)
