Teleconference: Dr.Tuswadi Ilmuan Muda Goes To Muha
Kamis, 28 Juli 2022, SMA Muhammadiyah 2 Yogyakarta menghadirkan Dr. Tuswadi dalam acara teleconference yang dipandegani oleh Tim i-EARN. Dr.Tus begitu panggilan akrab beliau berhasil meraih Diploma, Master dan Doktor Pendidikan dari 3 Universitas ternama di Jepang yaitu Nagoya University, Aichi University of Education, dan Hiroshima University dengan prestasi cumlaude. Dr. Tus juga peraih beasiswa Kementrian Pendidikan Jepang sebagai mahasiswa Teacher Training di Aichi dan kemudian melanjutkan pendidikan setingkat master dan doktor di Hiroshima. Dr. Tus juga merupakan anggota Akademi Ilmuwan Muda Indonesia (ALMI) yang menjadi satu-satunya ilmuwan ALMI yang berlatar belakang guru berdasar keputusan Presiden RI No.9/2016. Tentunya bangsa Indonesia sangat bersyukur memiliki ilmuan muda seperti Dr. Tuswadi.
Sebagai ilmuan muda yang memiliki yang memiliki program “Goes To School”, tentunya sudah banyak terjun ke berbagai sekolah baik secara luring maupun secara daring untuk memberikan inspirasi-inspirasi kepada para siswa. Dan akhirnya pada tanggal 28 Juli 2022, Dr. Tuswadi dapat hadir dalam acara teleconference SMA Muhammadiyah 2 Yogaykarta via zoom meeting dari pukul 10.15-11.45 WIB. Acara yang disaksikan oleh 60 siswa dari kelas X, XI, XII tersebut mengusung tema “Menjadi Pelajar Berprestasi dan Berkarakter untuk SMA Muhammadiyah 2 Yogyakarta”.
Dr. Tuswadi memiliki motto hidup, yaitu “Hidup Sekali Harus Berprestasi”, dan itu sudah dibuktikan oleh Dr. Tus dengan segudang prestasinya. Salah satunya prestasinya yang cukup berkesan ketika beliau merupakan satu-satunya guru di dunia yang terkirim ke kampus Aichi University of Education, pada 2008 - 2009. Sebagai ilmuan, Dr. Tus juga sudah menulis dan menerbitkan buku yang notabene menjadi bestseller. Ada 6 buku yang yang sudah diterbitkan, yaitu : Petualangan Ayu-Chan, Masa Kecilku, Inspirasi Keluarga Pembelajar, Bukan Guru Biasa, Berguru, The Journey of Macadamia. Kemampuan menulis Dr. Tus tidak terlepas dari keadaan kamar dan meja belajar yang selalu ditata dan dirapikan, sehingga ruang kerjanya bersih, dapat belajar secara focus serta khusuk di rumah.
Sebagai ilmuan muslim, Dr. Tus gemar menunjukkan identitas keislamannya, seperti dengan mengenakan pakaian koko dalam acara “Indonesia Delegates at The Japan Foundation Summer Institute 28 Juli-4 Agustus 2016, Kanagawa Japan”, sehingga nampak unik dari yang lainnya. Dr. Tus dengan bangganya menjelaskan apa nama baju tersebut dan apa fungsinya. Nah, itu menjadi salah satu improvisasi dari dakwah Islam beliau di negeri Sakura tersebut.
Mengapa Dr. Tuswadi sebagai guru desa dapat melangkah sebegitu jauhnya hingga ke Jepang dengan seabrek prestasi? Ada beberapa rahasia yang dapat kita tiru bersama-sama, seperti :
- Memiliki motto “Hidup sekali harus berprestasi”. Prestasi itu dapat disesuaikan dengan kemampuan kita.
- Sangat mencintai ibunya dan merawatnya sampai wafat.
- Sudah memiliki cita-cita sejak kecil (sedini mungkin).
- Tidak menyimpan iri, dengki, hazad pada sesama. Dr. Tus tidak ingin jiwanya kotor, sehingga doanya tidak akan dikabulkan oleh Allah, agar jika punya rezeki dapat barokah.
- Meskipun sudah berprestasi tidak boleh sombong.
- Belajar secara sungguh-sungguh, sehingga selalu berprestasi. Dr. Tus ketika lulus SD peraih NEM Ebtanas tertinggi, waktu di SMP masuk kelas unggulan, di SMA mengikutu KIR tingkat nasional, dan ketika kuliah di IKIP menjadi peserta terbaik penataran P-4.
Ini ada beberapa kiat dari Dr. Tus agar dapat berprestasi dan memiliki karir yang gemilang :
- Bulat dan luruskan niat bersekolah untuk semata mengharap ridha Allah.
- Tampillah penuh percaya diri sebagai peserta didik (berpenampilan bersih, rapi, dan wangi, tidak telat sekolah, jaga stamina tubuh dan otak, jaga pergaulan dan sopan santun).
- Maksimalkan kecintaan dan kebisaan dalam satu mapel yang mengarah ke cita-cita.
- Selalu belajar secara adil untuk semua mapel, agar meraih nilai raport dan ujian akhir dengan optimal.
- Jaga kebersihan, kesucian, dan keindahan tempat tinggal.
- Membuat manajemen waktu yang bagus untuk belajar, beribadah, bersosialisasi dengan teman/masyarakat, dan mengembangkan bakat.
- Kuliah dengan kesungguhan agar lulus dengan tepat dan berprestasi.
- Menjaga sholat 5 waktu dan membaca Al-Qur’an.
- Bagi yang selepas SMA dan ingin langsung kerja, maka harus mengolah ketrampilan hidup hingga mahir, banyak belajar dan berdoa.
- Yang hidupnya di rantau, harus dapat berhemat, selalu komunikasi dan mendoakan orang tua.
- Bagi yang wisuda langsung berkarir, maka dapat melanjutkan studinya ke S-2/S-3 dengan beasiswa nantinya, menguasai bahasa asing, cara jodoh yang pintar dan mulia.
- Jaga etos selama menjalani karir. Jangan suka menjadi orang selalu menjadi ABS (Asal Bapak Senang), dengan mendepak sana-sini.
- Kembangkan bakat untuk hidup lebih produktif (olah raga, menulis buku yang sifatnya memperkuat kapasitas diri).
Bagaimana mengatasi kejenuhan dan bad mood saat mendapatkan tugas yang banyak?. Ini pertanyaan Canda Distiana (XI IPS 3). Dr. Tus memberikan jawaban, kalau mendapat tugas dari guru, kerjakan dan berpikirlah bersama-sama dalam kelompok belajar. Cukuplah minum air putih agar terjaga stamina tubuhnya. Rajendra (X IPA 3), bertanya : Apakah menjaga pertemanan dan relasi itu penting ? Dr. Tus menjawab, bahwa memiliki dan menjaga relasi itu sangat penting, karena suatu saat relasi itulah yang akan membantu dan membuka jalan bagi untuk karir /hidup kita. Nuraini (X IPA 1), bertanya : Bagaimana agar kita percaya diri dalam public speaking ? Drs. Tus menjawab, Manusia sebagai ciptaan sebaik-baik makhluk, maka harus mau belajar untuk meningkatkan kemampuan diri baik kepada guru/orang lain/sendiri dan ikutlah ekstrakurikuler public speaking. Untuk video you tube pembaca dapat menyaksikan dilink berikut ini https://www.youtube.com/watch?v=UCUeTOsd6Iw .
Terima kasih untuk Dr.Tuswadi sudah berbagi pengalaman, prestasi dan kiat-kiatnya untuk kami SMA Muhammadiyah 2 Yogyakarta, semoga dapat menginspirasi para siswa dan guru untuk dapat meningkatkan prestasinya. Aamiin (Dwi Kurniatun).
