Renungan Diri melalui Muhasabah Siswa Kelas XII
Sebentar lagi siswa siswi kelas XII SMA Muhammadiyah 2 Yogyakarta akan menjalani ujian kelulusan sebagai tahapan terakhir dari proses belajar di sekolah. Kesuksesan diri didapat dari berbagai usaha, doa, dan ikhtiar kita kepada Allah SWT. Usaha untuk mengasah kemampuan diri dalam memahami materi telah didapatkan melalui kegiatan pembelajaran. Sementara doa dan ikhtiar merupakan langkah untuk memohon petunjuk dari Allah SWT agar selalu dimudahkan juga diijabah segala usaha yang telah dilakukan.
SMA Muhammadiyah 2 Yogyakarta menyelenggarakan kegiatan muhasabah bagi siswa kelas XII. Kegiatan ini dimaksudkan sebagai pengantar untuk memotivasi secara religi agar siswa kelas XII mendapat kesuksesan masuk ke perguruan tinggi yang dicitakan. Pada kesempatan kali ini, motivasi disampaikan langsung oleh H. Aly Aulia, L.C., M.Hum selaku Direktur Madrasah Muallimin Muhammadiyah.
Kita sebagai insan manusia sejatinya selalu menjalani proses pembelajaran dalam hidup. Disebutkan oleh H. Aly Aulia, L.C., M.Hum bahwasanya kita ini memiliki 3 misi utama dalam rangka belajar dan menuntut ilmu. Misi yang pertama yaitu mencari ilmu pengetahuan akademik. Ilmu pengetahuan akademik didapatkan dari sekolah dimana fondasi akan bekal pendidikan itu didapatkan. Sekolah juga menjadi tempat untuk aktualisasi diri seseorang setelah mendapatkan ilmu. Misi kedua adalah menguatkan karakter dan akhlak mulia. Kita belajar tidak hanya untuk mengunggulkan diri dalam bidang pengetahuan, sebab pengetahuan tanpa adanya akhlak yang baik itu tidaklah mungkin diterima. Kompetensi kepribadian yang baik harus senantiasa ada sebagai penyeimbang diri untuk mengetahui Tindakan benar dan salah. Misi yang ketiga yakni mengembangkan keterampilan dan ilmu pengetahuan penunjang. Keterampilan hidup menyangkut skill dalam bekerja dan bersosialisasi harus dimiliki ketika kita sudah terjun dalam lingkungan bermasyarakat.
Perihal permasalahan mengenai ujian ternyata terdapat aspek yang harus kita pahami dari ujian itu sendiri. Aspek tersebut meliputi keyakinan kita bahwa sejatinya hidup itu adalah ujian. Setiap insan yang hidup tidak akan pernah terlepas dari yang namanya ujian. Barulah ketika keyakinan itu ada dalam diri kita maka kita harus bisa memiliki cara pandang yang baik mengenai ujian tersebut. Memandang bahwa ujian yang diberikan Allah sudah sesuai dengan kadar kemampuan kita. Percaya dan berikhtiar bahwa kita pasti mampu menghadapinya dengan begitulah cara pandang yang harus diterapkan lekat-lekat dalam sanubari. Ketika ujian sudah terselesaikan dengan baik tandanya kualitas diri seseorang akan terlihat dengan baik pula. 1 hal utama yang tidak boleh terlewatkan dalam menghadapi ujian adalah selalu memohon petunjuk kepada Allah SWT karna hanya melalui Dialah kita mampu melalui berbagai macam ujian. (NH)
