Semarak Peringatan Hari Guru Nasional ke-75
Peringatan hari guru nasional diperingati setiap tanggal 25 November. Biasanya peringatan hari guru ini akan disemarakkan dengan kegiatan upacara dan kumpul bersama di Amongrogo. Pandemi Covid 19 mengubah setiap aktivitas hingga menuntut kita untuk beradaptasi dengan mengutamakan teknologi sebagai perantara dalam melakukan berbagai kegiatan tak terkecuali dalam memperingati hari guru tersebut. Tahun ini pelaksanaan peringatan hari guru dilakukan secara online namun tidak mengurangi substansi dari kegiatan tersebut. Berbagai kegiatan dapat kita jangkau secara luas melalui berbagai aplikasi dan fasilitas dari perkembangan teknologi yang ada.
Seluruh guru di SMA Muhammadiyah 2 Yogyakarta mengikuti kegiatan webinar yang diselenggarakan oleh Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kota Yogyakarta. Webinar mengangkat tema yakni menumbuhkan pengalaman belajar yang menyenangkan di era pandemi Covid 19. Tema yang sangat menarik di saat guru mencoba mencari berbagai kreativitas dalam strategi belajar sehingga tidak membuat siswa jenuh belajar daring.
Guru besar Universitas Ahmad Dahlan, Prof. Dr. Ir. Dwi Sulisworo, MT., dihadirkan sebagai narasumber yang mengulik pembahasan mengenai peranan teknologi di masa pandemi. Prof Dwi menuturkan bahwasanya guru memiliki peran lebih besar dalam kondisi pandemi saat ini. Guru berperan sebagai pihak yang harus memastikan adanya pewarisan nilai-nilai luhur kepada siswa. Selain itu guru juga menjadi transfer of knowledge dengan menanamkan karakter akhlaktul kharimah melalui perantara penggunaan teknologi. Menurut Prof Dwi, siswa saat ini merupakan generasi digital native dimana mereka memiliki keterhubungan antar pihak yang tinggi dan kompleks. Oleh karena itu, sebagai guru dalam berkomunikasi harus menggunakan bahasa yang sesuai dengan tingkat perkembangan anak. Komunikasi tersebut dapat dilakukan tidak hanya secara verbal namun juga secara visual melalui videocall. Psikologi anak dalam berkomunikasi adalah mengikuti sesuatu yang konkret, maka dari itu guru haruslah memberi contoh bagaimana menggunakan bahasa maupun sikap yang baik dan sopan. Generasi digital native adalah generasi yang ingin mendapatkan apresiasi khusus dalam berkomunikasi. Berdasarkan hal tersebut, guru juga harus bisa mengikuti gaya komunikasi anak zaman milenial misalkan dengan penggunaan emoticon dalam berbahasa dan menjadi sosok pendengar yang baik. Hal-hal itulah yang dapat membangun komunikasi nyaman antara guru dengan siswa.
Tidak hanya kegiatan webinar yang diselenggarakan dalam rangka hari guru nasional tahun ini. SMA Muhammadiyah 2 Yogyakarta juga membuat acara khusus berupa podcast bersama dengan narasumber Ary Gunawan, S.Pd selaku Ketua Ikatan Guru Indonesia (IGI) Sleman. Pembahasan podcast berbeda dengan pembahasan dalam webinar PGRI Kota Yogyakarta. Podcast Muha mengulik tema mengenai bangga sebagai guru, tantangan dan peluang di masa pandemi.
“Pembelajaran online ini walaupun work from home (wfh) malah justru membuat guru harus bekerja everywhere and everytime. Pandemi ini menjadikan kita sebagai pribadi adaptif yang harus mampu berkembang dalam perubahan”, ungkap Ary Gunawan.
Berbagai protes orang tua perihal peran ganda yang harus dilakukan menjadi guru di rumah inilah yang menjadi tantangan bagi guru. Bagaimana guru harus bisa meyakinkan orang tua bahwa proses belajar adalah sebuah kerjasama antara guru, siswa, dan orang tua. Oleh karena itu, perangkat guru ditambahkan dengan membuat Lembar Kerja Orangtua (LKU) dimana laporan ini berisi mengenai seberapa besar keterlibatan orang tua dalam kegiatan belajar anak. Berdasarkan LKU inilah yang menjadi dasar guru untuk mengubah strategi belajarnya agar lebih memudahkan siswa dan orangtua.
Strategi belajar agar siswa tidak mudah jenuh ketika belajar daring bisa dimulai dengan melakukan ice breaking sederhana sebelum pembelajaran. Tujuannya supaya ada hubungan dua arah antara guru dengan siswa. Materi value dari guru juga penting disisipkan dalam setiap penyampaian materi pelajaran.
Pandemi membuka peluang yang besar bagi guru maupun siswa dalam pengembangan diri di berbagai bidang. Peluang yang terbuka lebar saat ini misalkan adanya kesempatan bagi guru menjadi konten kreator. Sebagai konten kreator guru dapat mengembangkan berbagai media pembelajaran yang diupload di channel youtubenya. Ibaratnya seperti perumpamaan sekali dayung dua tiga pulau terlampaui maka selain guru memberikan media pembelajaran yang kreatif, guru juga bisa mendapatkan hasil dari konten di youtube. Peluang lainnya adalah guru dapat mengikuti pelatihan dan webinar online dalam pengembangan diri untuk melatih keterampilan profesionalisme guru. (NH)
