Tingkatkan Pemahaman Keagamaan, SMA Muha Gelar Pesantren Ramadan

Dalam rangka meningkatkan pemahaman siswa dalam bidang keagamaan, SMA Muhammadiyah 2 Yogyakarta menggelar Pesantren Ramadhan. Kegiatan ini dibagi menjadi dua sesi, sesi pertama adalah sesi siswa putri yang dilaksanakan pada tanggal empat sampai dengan lima maret 2025. Sedangkan sesi siswa putra dilaksanakan pada enam sampai dengan tujuh maret 2025. Kegiatan ini merupakan kegiatan wajib yang harus diikuti seluruh siswa Fase E dan Fase F. Tahun ini, tim kegiatan Pesantren Ramadan SMA Muha mengangkat tema “Remaja Trendy Rajin Ngaji”. Tema ini diangkat untuk mengajak para remaja untuk menjadi remaja yang trendy namun tidak meninggalkaan kewajiban sebagai seorang muslim.

Kegiatan ini dimulai pukul 14.30 WIB (sebelum sholat ashar) dan berakhir setelah sholat subuh berjama’ah. Terdapat beberapa materi yang disampaikan seperti teori dan praktik thoharoh, shalat wajib, perawatan jenazah, dan kajian motivasi. Kajian motivasi kali ini diisi oleh bapak Dr. Dody Hartanto untuk pesantren siswa putri, dan bapak Mahfudz Khoirul Amin untuk pesantren putra. Bapak Dody dan Bapak Mahfudz akan menyampaikan materi tentang “pemuda trendy, rajin mengaji” pada pukul 19.30-21.30 WIB di Grha Ibnu Sina SMA Muhammadiyah 2 Yogyakarta.

Bapak Mukhlis, MSI., selaku wakil kepala sekolah bidang ismuba sekaligus ketua pelaksana kegiatan pesantren ramadan ini menjelaskan, “kegiatan ini memang sudah menjadi agenda tahunan di SMA Muha, dengan tujuan menanamkan pemahaman keagamaan yang saat ini tidak masuk dalam kurikulum pembelajaran. Diharapkan dengan kegiatan ini, dapat meningkatkan pemahaman keagamaan anak-anak, dan karena materi-materi yang disampaikan ini juga bersifat bekal kehidupan sehari-hari seperti perawatan jenazah contohnya, jadi saat berada di masyarakat, bila terjadi urgensivitas yang mengharuskan mereka melakukan hal tersebut, mereka sudah memiliki bekal dari sekolah.”

Dalam pelaksanaan kegiatan pesantren ramadan tahun ini, terdapat sedikit perbedaan dari tahun-tahun sebelumnya dimana pada tahun ini SMA Muhammadiyah 2 Yogyakarta memisahkan waktu pelaksanaan antara siswa laki-laki dan Perempuan. Pemisahan ini dilakukan untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, sekaligus membuat siswa dapat lebih fokus dalam menerima materi yang disampaikan. Diharapkan dengan kegiatan positif ini dapat meningkatkan pemahaman siswa-siswi terhadap keagamaan, dan menjadi pelajar yang trendy namun tetap mengaji. (AAP)