Kiat SMA Muhammadiyah 2 Yogyakarta dalam Menyukseskan Ujian Praktik Sekolah Secara Daring

Pembelajaran secara daring telah berlangsung sejak awal tahun ajaran 2020 dikarenakan kondisi pandemi covid-19 yang masih mewabah. SMA Muhammadiyah 2 Yogyakarta mengubah haluan ujian praktik yang semula tatap muka (luring) menjadi ujian praktik daring. Sekolah merencanakan ujian praktik sebagai kelengkapan penilaian siswa dalam Ujian Sekolah. Nilai Ujian Sekolah diambil dari Ujian Sekolah Tulis dan Ujian Sekolah Praktik. Tentunya sebagai sekolah berciri keagamaan, ujian praktik yang diadakan lebih banyak porsinya dibandingkan dengan sekolah umum.

Saat dihubungi oleh tim Teknologi Informasi (TI), Retno Sumirat, S. Pd wakil kepala sekolah bidang kurikulum mengungkapkan bahwa, "Semua program diubah ke bentuk daring sehingga media yang digunakan pun memanfaatkan dan memadukan hampir semua platform, misalkan Learning Management System (LMS), Microsoft Teams, Media Sosial seperti Instagram dan You Tube." Tim kurikulum telah membagi tugas dengan membentuk kepanitiaan inti beserta para guru penguji. Masing-masing menjalankan ketugasan sesuai tugas dalam jabatannya. Penjadwalan dan pemantauan keterlaksanaan dilakukan sejak perencanaan program sampai pada pelaporan yang ditangani oleh tim kurikulum.

Menanggapi perbedaan sistem dalam ujian praktik pada tahun ini tim TI mewawancarai peserta didik khususnya kelas dua belas yang sedang menjalankan ujian praktik tahun ini bernama Ismy Khairiyah Maryati, ia mengatakan, “sebelum pandemi ujian praktik dilakukan secara langsung di sekolah tetapi dalam kondisi pandemi ujian praktik dilakukan secara daring.” Begitu juga siswi kelas dua belas bernama Shakira Amarillis Hernand mengatakan senada, "hal yang berbeda dalam ujian praktik (sebelum kondisi pandemi) adalah dalam pelaksanaannya dimana ketika sebelum adanya kondisi pandemi siswa dan siswi dapat langsung praktik di dalam laboratorium, sedangkan ketika kondisi pandemi seperti ini siswa dan siswi menyaksikan video yang sudah disiapkan oleh guru penguji.” Tentunya kesuksesan dalam menjalankan ujian praktik secara daring ini dilakukan karena terdapat sinergi yang baik antara Kepala Sekolah, tim kurikulum, guru penguji, dengan para peserta didik dan hampir semua guru dan karyawan dalam menyiapkan alat dan pengolahan jaringan internet.

Strategi khusus pun diterapkan oleh Shakira Amarillis Hernand dalam melaksanakan ujian praktik. Ia pun membagikan tips nya dalam melakukan ujian praktik. Hal-hal yang ia lakukan adalah dengan; "pertama, mempelajari materi yang di berikan oleh pihak penguji, kedua, membaca hal-hal yang berkaitan dengan materi yang berkaitan di internet, ketiga melihat berbagai video yang berada di You Tube tentang materi yang berkaitan."

Demikian juga guru -guru penguji tidak kalah inovasinya dibandingkan siswa. Dalam membuat kiteria dan ketentuan ujian praktik, guru-guru penguji menyiapkan materi yang inovatif. Menurut Ismy Khairiyah Maryati, “sejauh ini guru-guru penguji selalu memaklumi setiap kendala yang dialami siswa dalam mengikuti ujian praktik selama siswa tersebut memberikan info mengenai kendala yang dialami kepada guru penguji yang bersangkutan.”

Tim Kurikulum membenarkan adanya strategi khusus pada tahun ini. Retno Sumirat, S. Pd mengatakan, “banyak sekali perbedaan pelaksanaan ujian praktik dalam kondisi pandemi ini dengan ujian praktik sebelumnya. Apalagi pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) dan Akuntansi. Jika sebelumnya, siswa yang melakukan praktik dan guru menilai laporannya, saat ini dibalik, guru melakukan praktik/demonstrasi dan videonya dianalisis sampai menjadi sebuah laporan utuh oleh siswa. Demikian halnya dengan mata pelajaran bahasa, olahraga, dan seni, siswa dituntut lebih kreatif dan inovatif dalam menempuh ujian praktik karena akhirnya semua berbasis teknologi.”

Mewakili sekolah, Retno Sumirat, S. Pd mengungkapkan harapan agar semua siswa menjalani ujian praktik  dengan penuh semangat. Sekolah mengucapkan selamat dan terima kasih atas antuasiasme siswa yang telah menempuh semua materi ujian dengan baik. Sekolah akan tetap memotivasi para siswa yang terpaksa inhal atau bahkan belum mengikuti ujian praktik karena terkendala alat dan jaringan/lokasi. Semua kendala yang dihadapi, ia harapkan untuk disampaikan secara terbuka kepada wali kelas atau wali Bimbingan Konseling (BK) sehingga semua kendala itu dapat dicari solusinya bersama sama. Tentunya keberhasilan ujian praktik ini tidak lepas dari dukungan orang tua yang selalu intensif berkomunikasi dengan guru penguji melalui wali kelas dan wali BK masing-masing.  Liputan ini sekaligus mewakili siswa-siswi untuk menyampaikan semangatnya pada siswa yang lain. Shakira Amarillis Hernanda menyampaikan “...harapan saya kepada teman-teman semua adalah tetap semangat dalam menghadapi ujian praktik yang kita lakukan serta saling mendukung satu sama lain agar kita semua dapat melewatinya secara bersama sama". Ismy Khairiyah Maryati, mengungkapkan ".. yang pasti semangat semua walaupun ujian praktiknya daring dan memang menguras pikiran kita, yang juga lagi memikirkan UTBK, tetapi kalau dipikirkan terus nggak bakal selesai jadi lakukan yang terbaik dan semoga hasilnya memuaskan. Kita lulus semua Aamiin."