“Kohesivitas Menuju Kualitas Belajar Daring di Masa Covid 19” Web Parenting Bersama Motivator Erik Hadi Saputra, S. Kom., M. Eng.

SMA Muhammadiyah 2 Yogyakarta menyelenggarakan parenting kelas sebelas (XI) secara daring dengan tema “Kohesivitas Menuju Kualitas Belajar Daring di Masa Covid 19” menghadirkan pembicara sekaligus motivator Erik Hadi Saputra, S. Kom., M. Eng. Ia juga seorang inspirator Radio Republik Indonesia (RRI) Yogyakarta, Batam, Lampung, PRO 4 RRI Jakarta dan MQ FMYK. Kolumnis Inspira pada Harian REPUBLIKA yang sudah menulis tulisannya yang ke-190. Saat ini menjadi wakil Dekan II Fakultas Ekonomi dan Sosial, Direktur Kehumasan & Urusan Internasional Universitas Amikom Yogyakarta.

Membuka perkenalan pada sesi utama dalam acara Parenting Kelas XI SMA Muhammadiyah 2 Yogyakarta yang diselenggarakan pada hari Sabtu 28 Agustus 2021 baginya, “koneksi dan upaya kolaborasi yang banyak menuntunnya pada kesuksesan, karena menurutnya era sekarang ini adalah eranya pansos (panjat sosial)” beliau membenarkan hal itu bahwa, “sukses tidak mungkin sendirian maka harus ada kohesivitas dan kelekatan yang tinggi.”

Tema “Kohesivitas Menuju Kualitas Belajar Daring di Masa Covid 19” dipilih manajemen sekolah dan panitia dalam sambutan Kepala SMA Muhammadiyah 2 Yogyakarta Drs. H. Slamet Purwo menyampaikan, “Marilah kita bersama sama dengan sabar dan ikhlas mengambil hikmah dari kejadian (pandemi) untuk tetap berprestasi. Kami berikan penghargaan dan apresiasi yang sebesar besarnya kepada anak-anakku semua kelas 11 dan juga Bapak Ibu, Orang tua atau wali yang telah mendampingi anak-anak disaat melaksanakan kegiatan belajar mengajar secara online, setidaknya kita ingatkan terus anak-anak untuk selalu mengikuti jadwal pelajaran yang sudah kami sampaikan di awal semester. Kita beri support dan motivasi agar mereka bisa melaksanakan kegiatan belajar dengan sebaik baiknya”.

Sambutan kedua disampaikan Ketua Majelis Dikdasmen Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) DIY yang diwakili oleh beliau Ibu Dr. Sarjilah, M. Pd. meyampaikan pentingnya acara parenting bahwa, “kita tidak boleh sedih berlarut-larut. Tantangan kita di masa depan itu tidak cukup berdiam diri saja, memang kita diminta belajar dari rumah, bekerja dari rumah dan sebagainya, tetapi kita harus memiliki inisiatif, memiliki kreativitas, memiliki banyak gagasan, dan bahkan sekarang bagaimana orang tua juga harus ikut ambil bagian dalam belajar”. Ia juga menambahkan kerjasama yang sudah terjalin antara sekolah dan Majelis Dikdasmen PWM DIY bahwa, “kita harus selalu mencanangkan diri tetap meraih prestasi, maka dengan ini majelis Dikdasmen DIY juga selalu memberikan motivasi kepada semua warga sekolah Muhammadiyah harus tampil ke depan, seperti sekarang yang sudah banyak prestasi-prestasi yang diraih oleh sekolah Muhammadiyah”.

Acara inti disampaikan narasumber pembicara sekaligus motivator Erik Hadi Saputra, S. Kom., M. Eng. “Bapak-Ibu, siapa Bapak-Ibu yang sekarang? Itu adalah akumulasi dari masa lalu. Suksesnya Bapak-Ibu orang tua yang sekarang, itu karena adanya investasi di masa lalu. Kegigihan, pantang menyerah, dan antusias yang dapat dirasakan hasilnya saat ini. Siapa anak-anak kita besok di masa depan? Bergantung hari ini. Karena masa depan adalah akumulasi dari saat ini. Ketika hari ini kita support semuanya, kita kuatkan dengan semua sumber daya yang kita miliki, maka masa depan Bapak-Ibu, dan anak-anak semua dapat menuai hasilnya”.

Parenting kelas XI yang diselenggarakan dengan aplikasi Zoom Meeting dan disiarkan secara langsung dalam kanal YouTube SMA Muha Yk sesekali mngundang gelak tawa dan antuisame peserta orangtua wali dan siswa. Motivator Erik Hadi Saputra, S. Kom., M. Eng juga sering orang menganggapnya sebagai Psikolog dalam percakapan Zoom mengatakan, “Jangan pernah lelah. Jangan pernah lelah menyampaikan hal yang baik. Bapak-Ibu terus bersemangat, debt collector saja semangat masa kita orang tua enggak semangat. Debt collector nagih janji saja semangat bolak balik nungguin orang maksa kita untuk bayar masa kita enggak semangat.” Lanjutnya, “Bandar narkotika caper semangat cari klien. Semangat loh mereka masa kita enggak bersemangat untuk meraih sesuatu yang luar biasa”. Dalam acara ini juga terjadi dialog antara narasumber dengan beberapa siswa diantaranya (Naia);

“Kak Naia yang luar biasa, apa cita-cita kakak?”

“Diplomat Pak.”

“Ya, mengapa diplomat?

“Karena saya pengin ke luar negeri Pak.

“Oke, ke luar negeri mau menghindar dari orang tua atau mengajak orang tua ke luar negeri?”

“Mengajak orang tua juga Pak bukan lari dari keadaan”.

“Kalau Allah menakdirkan Kakak jadi diplomat Insya Allah. Negara mana yang kakak pertama ingin tuju?”

“Amerika Serikat Pak”.

“Kenapa Amerika Serikat?”

“Karena emang negara impian saya Pak.”

“Apa yang membuat Amerika Serikat begitu istimewa di mata Kak Naia ya?”

“Amerika Serikat seperti Jogja semua orang ada di situ!”

“Jadi kamu pengin di luar negeri tapi serasa kayak Jogja?

“Iya Pak!”

“Mudah mudahan Allah memudahkan untuk meraih cita-cita menjadi seorang diplomat. Bapak-ibu kasih Amiin dong di sini banyak orang tua yang doa-doanya mustajab, ini luar biasa.”

Percakapan kedua narasumber dengan salah satu siswa bernama Kusuma Dewi, dengan dialog yang sangat haru berikut;

“Siapa role model dan sukses menurut Kakak?”

“Yang terdekat sih Mama. Orang yang kuat bisa membimbing 3 anaknya yang punya sifat berbeda-beda. Bisa menyesuaikan karakter anak-anaknya untuk mencapai tujuannya yaitu sukses. Motivasi kesuksesan yang bisa menyadarkan saya kedepannya lebih baik.”

“Anda ingin mewujudkan itu ya?”

“Iya amiin!”

“Yang kedua siapa?”

“Oh, mungkin ya BTS”

“Apa kalimat motivasi dari BTS? Yang sering ngasih cuitan motivasi kan Suga ya? Apa kalimat motivasi dari BTS yang kakak ingat?”

“Leader-nya, ya pemimpinnya itu salah satu role model terbesar saya sebenarnya. Kim Nam-joon (RM) dia selalu realistis. Jangan terlalu berlebihan kalau kita lihat orang di sosial media. Misalnya (Wah dia sempurna ya, dia keren, dia bisa menjunjung tinggi keluarganya, itu yang bikin salah satu insecure atau mungkin ngerasa kalah). Tapi dia selalu bilang jangan pernah melihat orang itu dari sosial medianya atau status yang selalu dia pamerkan. Lihat perjuangan dia dari nol untuk mencapai itu semua itu seperti apa? Karena untuk mencapai itu semua juga butuh semangat. Saya itu bisa seperti ini enggak sesuai dengan apa yang kamu omongkan. Orang yang dulunya mengatakan, dia itu tidak bisa melaksanakan sesuatu yang mustahil bagi orang orang itu”.

“Kayaknya RM kuat banget ya pengaruhnya?” Bersyukur ya, punya anak seperti Kusuma Dewi. Terbaik selalu ya Kak. Ketika diberikan kesuksesan, hal pertama yang ingin Kakak lakukan apa?”

“Kasih tahu Mama, bilang “ini loh aku udah jadi apa yang Mama inginkan (untuk sukses). Sekarang Mama mau ke mana? Ayo kita pergi mama pengin apa? Ayo kita pilih. Mama pengin wisata ke mana? Mama pengin pergi kemana? Ayo nanti Adik wujudin.”

Jawaban yang luar biasa membuat suasana parenting yang begitu hangat disaksikan oleh seluruh warga sekolah dan orangtua beserta tamu undangan. Penutupan acara parenting kelas XI SMA Muhammadiyah 2 Yogyakarta disampaikan Narasumber, “… sehat dan sukses selalu buat Bapak-Ibu anak-anak semua. Semoga yang sedikit ini memberikan penguatan dan keyakinan Bapak-Ibu, yakinlah yang kita lakukan hari ini tidak akan pernah sia-sia man jadda wajada.” (Ebma Yudhsatria).