Pengajian GTK SMA Muhammadiyah 2 Yogyakarta Bahas “Shalat Perspektif Tarjih Muhammadiyah”
Yogyakarta - SMA Muhammadiyah 2 Yogyakarta kembali menggelar pengajian rutin bagi Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) di Graha Ibnu Sina, Selasa (15/9). Pengajian kali ini mengangkat tema “Shalat Perspektif Tarjih Muhammadiyah” dengan menghadirkan Ustadz Dr. H. Syakir Jamaluddin, MA, Dosen Ilmu Hadis Eksya UMY, Ka. Div. Diklat & Kaderisasi Muballigh Majelis Tabligh PP Muhammadiyah, sebagai pemateri.
Kegiatan ini menjadi bagian dari pengajian rutin yang dilaksanakan setiap bulan bagi bapak dan ibu GTK SMA Muhammadiyah 2 Yogyakarta. Meskipun dilaksanakan secara rutin, materi dan ustadz yang dihadirkan selalu berbeda sehingga setiap pertemuan memberikan wawasan dan pembelajaran baru bagi para peserta.
Kepala SMA Muhammadiyah 2 Yogyakarta, Hj. Retno Sumirat, M.Pd., menyampaikan bahwa pengajian kali ini menjadi momentum untuk mengingatkan sekaligus memperbaiki pelaksanaan ibadah, khususnya shalat, apabila masih terdapat gerakan atau tata cara yang kurang tepat.
“Kegiatan ini bertujuan untuk mengingatkan dan memperbaiki jika ada gerakan sholat dari bapak ibu GTK yang mungkin masih ada sedikit yang kurang pas,” ungkap Hj. Retno Sumirat, M.Pd.
Ada hal yang cukup unik dalam pelaksanaan pengajian kali ini. Para GTK tidak diperkenankan membawa telepon genggam selama kegiatan berlangsung. Kebijakan tersebut diterapkan agar seluruh peserta dapat lebih fokus menyimak materi dan mengikuti pembahasan tanpa terdistraksi oleh penggunaan HP.
Antusiasme bapak dan ibu GTK pun terlihat tinggi sepanjang kegiatan. Hal tersebut ditunjukkan melalui banyaknya pertanyaan yang disampaikan pada sesi tanya jawab. Berbagai pertanyaan diajukan untuk memperdalam pemahaman mengenai tata cara ibadah dalam perspektif Tarjih Muhammadiyah.
Salah satunya, Bapak Ebma Yudhasatria, M.Pd. menanyakan mengenai hukum berwudhu di dalam kamar mandi. Sementara itu, Ibu Dra. Hj. Endang Sri Suwarti mengajukan pertanyaan mengenai tata cara ketika menjadi makmum masbuk, atau terlambat mengikuti shalat berjamaah.
Diskusi berlangsung begitu interaktif hingga berbagai pertanyaan terus bermunculan dan waktu pengajian pun tidak terasa telah berakhir.
Melalui pengajian ini, diharapkan para GTK SMA Muhammadiyah 2 Yogyakarta tidak hanya memperoleh pemahaman yang lebih baik mengenai tuntunan shalat dalam perspektif Tarjih Muhammadiyah, tetapi juga dapat menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Kegiatan rutin ini sekaligus menjadi ruang untuk terus belajar, berdiskusi, dan meningkatkan kualitas ibadah bersama. (AAP)
