BELAJAR KHGT

 

KHGT pasca diputuskan pada Munas XXXII Tarjih Muhammadiyah pada Syakban 1445 H/Februari 2024 M di Pekalongan, dikembalikan kepada Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah untuk diperbaiki sesuai Keputusan Munas dan dimintakan tanfidznya ke PP Muhammadiyah. Akhirnya *KHGT resmi mendapat Tanfidz* dari PP Muhammadiyah melalui *Keputusan Pimpinan Pusat Muhammadiyah Nomor 86/KEP/I.0/B/2025* bertanggal 4 Syakban 1446 H/3 Februari 2025 M tentang Tanfidz Pengembangan Pedoman Hisab Muhammadiyah tentang *Kalender Hijriah Global Tunggal*. Dengan Tanfidz tersebut, KHGT resmi mulai digunakan oleh Muhammadiyah.
KHGT untuk pertama kalinya digunakan oleh Muhammadiyah pada Kamis, 1 Muharam 1447 H/26 Juni 2026 M, ditandai dengan *Launching KHGT* oleh PP Muhammadiyah pada Rabu, 25 Juni 2025 M, atau hari terakhir bulan Zulhijah 1446 H, di Gedung Siti Walidah, Unisa, Yogyakarta.
Prof. Dr. H. Haedar Nashir, M.Si, Ketua Umum PP Muhammadiyah, dalam sambutannya menyampaikan,
"Hari ini adalah hari bersejarah. Muhammadiyah menghadirkan KHGT untuk menegaskan peran dan posisinya di tengah globalisasi yang tak terelakkan. Islam adalah agama kosmopolitan yang mengandung nilai-nilai universal, _rahmatan lil ‘ālamīn_, yang ditujukan untuk seluruh alam."
KHGT yang mulai digunakan pada Kamis, 1 Muharam 1447 H/26 Juni 2025 M itu, sebenarnya pernah dibuatkan prototipenya (contoh/model), yakni kalender Islam global 1442 H/2021 M yang disusun sesuai parameter kalender global tunggal hasil Konferensi Turki 1438 H/2016 M. Prototipe kalender ini sejatinya akan dijadikan kado Muktamar ke-48 di Surakarta pada 1442 H/2020 M. Namun karena pandemi Covid-19, Muktamar baru dilaksanakan pada Rabiulakhir 1444 H/November 2022 M. Sejak itu, sampai dengan tahun 1446 H, sebagai kampanye KHGT, dibuat prototipe kalender hijriah global, dan tetap menerbitkan kalender hijriah wujudul hilal yang masih berlaku.
KHGT merupakan salah satu varian dari beberapa varian kriteria dalam hisab hakiki. Seperti sudah diketahui bahwa ada dua *metode* dalam penentuan awal bulan hijriah; *hisab* dan *rukyat*. Pada metode hisab dikenal ada dua varian; hisab *urfi* dan hisab *hakiki*. Adapun pada hisab *hakiki* dikenal beberapa varian *kriteria*, seperti *ijtimak qablal gurub*, *ijtimak qablal fajri*, *imkan rukyat*, *wujudulhilal*, dan juga *KHGT*. KHGT bisa dikatakan sebagai "the next level"-nya Wujudulhilal. Kecuali KHGT, varian-varian metode dan kriteria di atas dapat dikatakan hanya bisa digunakan secara lokal, tidak bisa digunakan secara global.

Bersambung .....