Teleconference Bersama Dosen UNS tentang Why Chemistry Aplikasi & Prospeknya
Berbicara mengenai program studi kimia, program ini memang cukup spesifik, dan hanya orang-orang tertentu yang meminati, karena kimia salah satu subjek yang dinilai cukup rumit. Sementara di era modern ini dengan perkembangan industri kimia berkembang pesat dan prospek yang cukup menjanjikan. Nah, seperti apa prospek kimia atau chemistry di masa depan? Untuk menjawab pertanyaan di atas, tim i-EARN SMA Muhamamdiyah 2 Yogyakarta menghadirkan dua narasumber yang cukup handal untuk memaparkan tentang Why Chemistry?Aplikasi & Prospeknya yang dikemas dalam acara teleconference secara virtual pada hari Jumat, 12 Februari 2021 mulai pukul 09.00-11.00 WIB.
Siapakah narasumber kita ini? Yang pertama adalah Dr. rer. nat. WITRI WAHYU LESTARI, MSc atau sering kita panggil mbak Witri. Mbak Witri ini menyelesaikan S3 di Institute. Fuer Anorganische Chemie, Faculty of Chemistry and Mineralogy, Universitaet Leipzig, Jerman (2010-2014) (Beasiswa FFTF Schlumberger Foundation), dan jabatan sekarang sebagai Prodi Kimia, Fakultas MIPA, Universitas Sebelas Maret. Dan narasumber yang kedua adalah Teguh Endah Saraswati, MS.c., Ph.D dimana pada tahun 2012 telah berhasil menyelesaikan program Doktor (S-3) dari Shizuoka University untuk bidang ilmu: Nanovision Technology and Engineering.
Mabak Witri dan Bu Teguh memaparkan tentang bagaimana study kimia, aplikasi kimia dan prospeknya dalam acara teleconference yang diikuti oleh sekitar 50 siswa yang terdiri dari kelas X, XI, dan XII serta beberapa guru kimia. Acara ini dilaksanakan via aplikasi google meet dan live youtube.
Kimia itu seperti apa to? Apakah kimia bisa dipelajari secara enjoy? Kimia itu apa yang kita dengarkan, lihat, bau, rasakan, dan semua punya chemistry sendiri. Jadi, sebenarnya kimia dapat kita temui dalam kehidupan sehari-hari. Lalu, bagaimana prospek study kimia di masa depan ? Banyak prospek yang dapat diraih dengan study chemistry. Seseorang bisa bekerja di bidang industri, perpajakan, pertanian, di LIPI/Batan, pertamina. Sangan dapat menjadi guru atau dosen, analisis, konsultan, dan masih banyak lagi. Kemudian bagaimana dengan aplikasi kimia (chemistry)? Aplikasi kimia dapat dicontohkan dengan adanya aplikasi organologam. Banyak senyawa organologam berperan besar dalam industri farmasi, aditif makanan, agrokimia, parfum, semikonduktor dan keramik. Katalis homogen yang berbasis pada senyawa organologam banyak berperan dalam proses di berbagai industri, terutama dalam proses kimia yang sangat tergantung kepada suhu, demikian penjelasan mbak Witri.
Bagaimana pendapat bu Teguh terkait dengan study kimia? Pengajar FMIPA Kimia UNS ini menceritakan pengalamannya ketika study S2 di Jepang. Pembelajaran di Jepang, sangat memperhatikan tentang kerja sama untuk melakukan eksperimen, ada workshop untuk guru dan siswa, sudah ada pelatihan membuat robot untuk anak SD dengan pengenalannya melalui permainan menyusun lego. Di sekolah ada pengenalan peduli terhadap lingkungan yang dipandu gurunya. Nah, pembelajaran-pembelajaran tersebut memvotivasi Bu Teguh untuk kemudian melanjutkan study S3 nya di Jepang. Sesuai dengan jurusan yang diambil ketika study S3, yaitu tentang nanovision, bu Teguh menjelaskan tentang aplikasi nanomaterial dalam berbagai bidang, seperti pemanfaatan nanomaterial di industri mobil (otomotif). Penggunaan nanomaterial dalam bidang otomotif juga bertujuan untuk pengurangan massa kendaraan, keselamatan, dan penghematan bahan bakar, pengaplikasian dalam mesin dan katalis untuk pembersihan emisi otomotif, serta pengaplikasian dalam efisiensi energi dan sel bahan bakar.
Dari kegiatan teleconference ini narasumber menggugah para siswa agar para siswa jika memiliki mimpi, maka sampaikan mimpi itu dan wujudkan dengan disertai usaha dan doa. Wujudkan mimpi dengan study setinggi mungkin. Hal itu dapat direalisasikan dengan study program S1-S2-S3 baik di dalam negeri maupun di luar negeri, dengan biaya mandiri atau bea siswa.
