Tinjauan Psikologis Atasi Stress Pembelajaran Jarak jauh Masa Pandemi
Memasuki tahun ajaran baru 2020/2021 untuk pertama kalinya tim i-EARN SMA Muhammadiyah 2 Yogyakarta menyelanggarakan teleconference, yaitu suatu konferensi jarak jauh (webinar) yang bertepatan dengan Tahun Baru Islam 1 Muharram 1441 H tepatnya pada hari Kamis, 20 Agustus 2020 dari pukul 09.00-11.30 WIB via google meet dan live streaming. Tahun Baru Semangat Baru Tinjauan Psikologis Atasi Stress Pembelajaran Jarak Jauh Masa Pandemi, menjadi tema yang dibuat dalam situasi Pandemi COVID-19 sebagai upaya dari sekolah untuk mengantisipasi dan mengatasi permasalahan psikologis para pendidik dan anak didik yang harus melakukan kegiatan belajar mengajar secara online dan jarak jauh.
Menjadi kebahagiaan dan kebanggaan bagi SMA Muhammadiyah 2 Yogyakarta, bahwasannya narasumber dalam acara ini adalah Zahro Varisna Rahmadani, S.Psi, M.Psi, Psikolog, CHt merupakan alumni SMA Muha yang sekaligus juga sebagai Dosen Psikologi UNISA Yogyakarta, Owner Biro Konsultasi Psikologi Paripurna, Clinical Psychologist, dan sebagai professional Hypnotherapist. Sekitar 50 peserta yang terdiri dari para guru dan siswa nampak antusias menyimak materi yang dipresentasikan. KBM daring merupakan pilihan yang dinilai tepat dalam kondisi pandemi ini, pada kenyataannya di satu sisi memunculkan berbagai permasalahan bagi pendidik maupun peserta didik, seperti KBM yang monoton, tidak bisa touching langsung, belum siap teknologi, dan kurangnya pengawasan. Permasalahan tersebut jika tidak dikelola secara tepat, maka akan menjadi suatu distress yang muncul karena ada tekanan, menjadi tidak berdaya, marger, akhirnya nglokro, malas, dan dapat menjadi gila. Tetapi, jika dapat diatasi secara tepat, maka akan menjadi eustress yang bermula dari adanya tekanan tetapi terpacu untuk mau menyelesaikan masalah. Jika secara fisik sudah mulai muncul gangguan pencernaan, pusing, dari segi kognitif sudah mulai linglung, secara emosi sudah suka marah-marah, mudah kesal, sensitive, murung, ingin menangis, dan secara perilaku sudah mulai kasar, maka secepatnya harus ditangani secara:
1) cognitive restructuring dengan berpikir positif (niat ikhlas, sabra, bersyukur, berserah diri) 2) journal writing dengan cara menuangkan apa yang dirasakan baik dengan tulisan atau gambar
3) mencari dukungan sosial berteman dengan orang-orang yang positif
4) time management dengan mengatur waktu secara efektif (sholat, doa, dzikir, puasa, haji, shodaqoh); dan yang terakhir dengan
5) relaxation technique, yaitu mengembalikan kondisi tubuh pada homestatis (sholat dan doa).
Demikian secara ringkas presentasi dari narasumber, Allah memberikan cobaan kepada manusia dengan berbagai permasalahan dan hanya orang-oarang yang sabar saja yang akan lulus dari cobaan tersebut (Q.S Al Baqarah : 155) .
